Menteri LH Kawal Pengelolaan Sampah Hotel Restoran di Bali

Pengelolaan Sampah Hotel dan Restoran di Bali: Pengawalan Langsung dari Menteri Lingkungan Hidup

Maggot BSF di Bali semakin menjadi perhatian sebagai solusi pengolahan sampah organik berkelanjutan, terutama di tengah perubahan sistem pengelolaan sampah di Pulau Bali. Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menegaskan pentingnya pengelolaan sampah mandiri oleh hotel, restoran, dan kafe (horeka) di Bali agar tidak seluruh sampah berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA). Pernyataan ini disampaikan saat meninjau posko penanganan sampah laut di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

Pemerintah pusat bersama Dinas Lingkungan Hidup di tingkat kabupaten/kota dan provinsi kini melakukan pengawalan langsung terhadap ketaatan sektor horeka dalam mengelola sampah dan limbahnya. Pengawasan ini tidak hanya bersifat inspeksi, tetapi juga diarahkan pada sistem evaluasi berkelanjutan melalui klasifikasi daftar merah, hijau, dan biru bagi pelaku usaha.

Langkah ini menunjukkan bahwa pendekatan pengelolaan sampah di Bali mulai bergeser, dari sistem pembuangan terpusat menuju pengelolaan dari sumber, khususnya di sektor pariwisata yang menjadi penyumbang sampah organik terbesar.

Dalam konteks ini, sistem pengolahan sampah organik berbasis Black Soldier Fly (BSF) menjadi semakin relevan. Pengolahan di lokasi usaha memungkinkan hotel dan restoran:

  • Mengurangi volume sampah yang diangkut ke TPA
  • Menekan biaya pengelolaan jangka panjang
  • Menunjukkan komitmen nyata terhadap praktik pariwisata berkelanjutan

Pendekatan ini juga sejalan dengan kebutuhan Bali pascapenutupan TPA Suwung, di mana solusi terdesentralisasi menjadi kunci keberlanjutan sistem pengelolaan sampah.

Baca Juga: https://umahpupa.com/bsfbalisolusipengelolaansampahorganikberkelanjutandibali/