Umah Pupa Turut Kurangi Sampah ke TPA Suwung dengan Mengolah 1,5 Ton Sisa Makanan di DenFest 18

by

in

 

Denpasar Festival (DenFest) ke-18 menjadi momentum penting dalam perjalanan pengelolaan sampah di ruang publik Bali. Untuk pertama kalinya, festival berskala besar ini tidak hanya berbicara soal perayaan budaya dan kreativitas, tetapi juga menghadirkan pengolahan sampah langsung dari sumbernya.

Sebagai bagian dari Waste Department DenFest 18, Umah Pupa terlibat langsung dalam memastikan sisa makanan yang dihasilkan selama festival tidak berakhir sebagai beban lingkungan.

Kehadiran Umah Pupa di Waste Department DenFest 18

Selama DenFest 18, Umah Pupa hadir sebagai komunitas pengolah sampah organik khususnya sisa makanan yang fokus pada pendekatan olah dari sumber menggunakan Maggot BSF. Bersama relawan dan komunitas lainnya, Umah Pupa melakukan pendampingan pemilahan sampah organik di area festival, sekaligus mengolahnya langsung di lokasi.

Pendekatan ini dilakukan agar:

  • Sisa makanan tidak tercampur dengan sampah residu
  • Pengunjung dan tenant terlibat langsung dalam proses pemilahan
  • Sampah organik bisa segera diproses tanpa menunggu dibuang

Lihat kami di : www.umahpupa.com/ig:@umahpupa

 

1,5 Ton Sisa Makanan Terolah

Selama DenFest 18 berlangsung, Umah Pupa berhasil mengolah hampir 1,5 Ton sisa makanan yang berasal dari aktivitas pengunjung dan tenant kuliner. Sebagian sisa makanan ini diolah secara langsung di area festival menggunakan sistem pengolahan berbasis maggot Black Soldier Fly (BSF).

Pengolahan langsung di lokasi menjadi langkah krusial karena:

  • Mengurangi volume sampah yang harus diangkut
  • Mencegah sampah organik membusuk dan mencemari lingkungan
  • Mempercepat proses daur ulang organik

Sisa makanan yang biasanya dianggap limbah, diubah menjadi pakan maggot BSF, yang kemudian dapat dimanfaatkan kembali sebagai bagian dari siklus ekonomi sirkular.

Baca Juga: https://umahpupa.com/bsfbalisolusipengelolaansampahorganikberkelanjutandibali/

DenFest 18: Festival Besar, Pendekatan Baru

Bagi DenFest, tahun ini menjadi tonggak awal dalam penerapan pengelolaan sampah organik dari sumber. Tidak lagi hanya mengandalkan pengangkutan ke tempat pembuangan akhir, tetapi mulai memperkenalkan praktik pengolahan langsung di lapangan.

Kolaborasi dengan komunitas seperti Umah Pupa menunjukkan bahwa:

  • Festival besar bisa dikelola dengan lebih bertanggung jawab
  • Sistem BSF dapat diterapkan di ruang public
  • Edukasi pengelolaan sampah bisa berjalan bersamaan dengan perayaan

Denpasar Festival : https://denpasarfestival.id/

 

Mengurangi Tekanan ke TPA Suwung

Selama ini, sebagian besar sampah organik dari kegiatan kota, termasuk event besar, berakhir di TPA Suwung. Padahal, sampah organik merupakan fraksi terbesar dan paling cepat menimbulkan dampak lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

Dengan mengolah 1,5 Ton sisa makanan dari DenFest18, Umah Pupa turut berkontribusi dalam:

  • Mengurangi sampah organik yang dikirim ke TPA
  • Menekan beban pengelolaan di hilir
  • Menggeser paradigma dari buang ke olah

Langkah kecil di satu event ini menjadi contoh bahwa solusi pengelolaan sampah bisa dimulai sebelum sampah sampai ke TPA Suwung.

Baca Juga : https://www.baliprov.go.id/web/tpa-suwung-tutup-23-desember-2025-gubernur-koster-minta-optimalkan-tebe-modern-tps3r-tpst-dan-olah-sampah-berbasis-sumber/

 

BSF Bali: Dari Event ke Gerakan Kota

Pengalaman Umah Pupa di DenFest 18 memperlihatkan potensi besar penerapan pengolahan sampah menggunakan Maggot BSF di Bali, tidak hanya di skala rumah tangga atau pasar, tetapi juga di event dan perayaan kota.

Ketika pengolahan dilakukan dari sumber:

  • Sampah berubah menjadi sumber daya
  • Komunitas terlibat langsung
  • Kota belajar dari praktik nyata, bukan sekadar wacana

DenFest 18 menjadi langkah awal, sekaligus pengingat bahwa perayaan dan tanggung jawab lingkungan bisa berjalan beriringan.

 

Penutup

Kehadiran Umah Pupa di DenFest 18 bukan sekadar partisipasi, melainkan kontribusi nyata dalam membangun praktik pengelolaan sampah organik yang lebih berkelanjutan di Bali.

Mengolah hampir 1,5 Ton sisa makanan langsung dari sumbernya adalah bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari ruang-ruang publik—satu perayaan, satu langkah, satu kolaborasi.

Link Ig: report denfest


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *